2 menit yang lalu aku secara tidak sengaja masuk ke grup fesbuk dengan nama seperti judul tulisan ini. Ada beberapa temanku yang menjadi fansnya. Rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk hatiku saat melihat grup ini. Grup ini mempunyai link ke suatu situs web yang penjelasannya :
Site utk download lagu2 KJ, NKB, PKJ dll yg dilengkapi dg not angka setiap baitnya, guna isian slide pada PowerPoint.
(warungku bukan ajang promosi situs ini, jadi aku tidak membuat link-nya)
Yang pertama kali kulakukan adalah masuk ke dalam diskusi grup, dan mengirimkan tulisan di bawah ini (yang dicetak miring). Tidak kukurangi dan kutambahi lagi, hanya di-copas. Ditulis dalam keadaan hatiku yang tertusuk....
Ada 2 hal negatif yang saya liat dalam penggunaan LCD dalam kebaktian dengan menayangkan nyanyian2 jemaat :
1. Pembodohan jemaat. Jemaat menjadi tergantung pada LCD. Saat listrik mati, maka nyanyian berhenti.
2. Pelanggaran hak cipta dan pelecehan terhadap TING. Sesungguhnya royalty yang diterima oleh para TING sangat kecil. Dibayarkan hanya pada saat ada cetak ulang. Royalty yang diterima untuk 1 buah lagu dalam buku nyanyian yang dicetak 1000 eksemplar bahkan tidak cukup untuk membeli semangkuk eskrim jogurt di mal! Bukan soal bisnis, tapi soal penghargaan kepada personil TING. Penghargaan dapat diberikan dengan cara membeli buku nyanyian dan menggunakannya dalam kebaktian.
Saya tidak percaya dengan pernyataan bahwa kebaktian menjadi lebih hidup karena jemaat tidak terpaku pada buku nyanyian pada saat bernyanyi, sebagai salah satu alasan penggunaan LCD. Kenyataannya, setelah ada LCD, jemaat terpaku pada LCD.
Saya tidak setuju dengan pernyataan bahwa dengan penayangan nyanyian lewat LCD, jemaat dapat bernyanyi dengan tepat. Jamaat dapat bernyanyi dengan tepat, kalau nyanyian dipersiapkan sebelumnya. Persiapan yang bisa dilakukan oleh prokantor maupun paduan suara yang melayani nyanyian-nyanyian jemaat. Dengan contoh yang baik dan benar, jemaat akan belajar menyanyi dengan benar juga.
Kupikir...
Teknologi hadir untuk menolong manusia
Dengan teknologi banyak pekerjaan manusia menjadi lebih efektf dan efisien
Seharusnya manusia mengendalikan teknologi
Ketika teknologi membodohi dan menghilangkan hati nurani manusia, terjadilah gagap teknologi
Penggunaan LCD untuk menayangkan partitur nyanyian jemaat adalah salah satu bentuk gagap teknologi....
Tampilkan postingan dengan label Lembah silikon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lembah silikon. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 Februari 2010
Selasa, 20 Oktober 2009
Blog, salah satu tempatku beraktualisasi diri
Menulis itu asik buatku. Aku sadar, aku ini mudah lupa dan melupakan. Apa yang kupikirkan, kurenungkan, kurasakan, kugumulkan minggu lalu, belum tentu kuingat hari ini. Aku menolong diriku sendiri untuk memperpanjang daya ingatku dengan menuliskan pikiran, renungan, perasaan, pergumulanku. Saat aku membaca ulang tulisanku, daya ingatku menjadi lebih panjang lagi. Karena itulah blogku ini menjadi penting bagiku dengan 'keabadiannya' di dunia fana ini. Bebas rayap, bebas tinta luntur, bebas berkerut karena kena banjir, bebas robek, bebas kebakaran.
Ada kepuasan yang muncul setiap kali selesai memasukkan tulisan di blog ini. Ada pikiran dan rasa yang telah tercurahkan dalam kata-kata dan terabadikan dalam blog ini. Sewaktu-waktu akan menolongku mengingat kembali pikiran dan perasaan yang pernah muncul.
Berpikir, merenung, menulis.... lalu tersimpan dalam catatan yang dapat dibaca kapan saja memang melegakan. Kalau kemudian tulisanku dibaca orang lain.... patut disyukuri. Bila ternyata menjadi informasi yang berguna atau malah menginspirasi orang lain...wow! Itu bonus buatku. Artinya aku menjadi bermakna bagi orang lain.
Dulu ketika pengetahuanku tentang internet baru sebatas email sebagai alat bertukar informasi, aku mengirimkan tulisanku ke redaksi sebuah harian ibukota. Saat-saat melihat tulisanku dimuat, menerima respons melalui email yang diteruskan padaku, menerima honor yang besarnya sama dengan pendapatanku sebulan sebagai praktisi kedokteran gigi, adalah saat-saat yang tidak terlupakan. Aku menjadi bermakna bagi orang lain dan bagi diriku sendiri. Namun tidak mudah mengulagi pengalaman seperti ini. Tidak mudah menembus seleksi redaksi, apalagi koran dengan oplah besar. Karena itu melihat tulisanku dimuat di media tidak menjadi obsesiku.
Ada lagi pengalaman unik menulisku. Tulisanku pernah dimuat di sebuah tabloid yang kukira cukup besar oplahnya karena berada di bawah manajeman sebuah televisi swasa nasional. Kali ini inisiatif menulis bukan berasal dariku. Seorang wartawan tabloid ini membuat janji, melalui manajer pemasaran rumah sakit tempatku bekerja,untuk melakukan wawancara. Hingga saat yang dijanjikan, wartawan tidak datang. 2 minggu kemudian, ada memo dari manajer pemasaran yang berisi daftar pertanyaan yang diajukan oleh wartawan. Karena tidak jelas kapan wartawan akan datang, aku berinisiatif untuk menuliskan jawabanku. Ternyata memang akhirnya aku tidak pernah bertemu dengan wartawan itu. Rupanya tanpa bertemu, wawancara dianggap selesai oleh sang wartawan. Tidak lama, aku menerima email dari sang wartawan yang meminta fotoku. Kukirim fotoku, juga melalui email. Setelah itu tidak ada kabar berita, tidak ada ucapan terimakasih dari wartawan, tahu-tahu seorang temanku memberitahuku tentang tulisanku yang dimuat di tabloid dalam kolom konsultasi yang memajang fotoku. Ck...ck...ck... rupanya itulah gaya jurnalisme jaman internet! Tanpa perlu tatap muka, basa basi, apalagi honor!
Dua pengalaman di atas membuatku yakin, menulis di blog itu jauh lebih berarti bagiku. Aku bisa menulis apa saja yang kuinginkan, tidak perlu menembus sensor orang lain. Aku bisa menulis tanpa perlu merasa dilecehkan. Aku bisa menulis dan menghargai sendiri tulisanku. Aku memang tidak memerlukan penghargaan dari orang lain atas tulisannku. Karena blogku adalah tempatku beraktualisasi. Di sinilah aku menyatakan diriku.
Ada kepuasan yang muncul setiap kali selesai memasukkan tulisan di blog ini. Ada pikiran dan rasa yang telah tercurahkan dalam kata-kata dan terabadikan dalam blog ini. Sewaktu-waktu akan menolongku mengingat kembali pikiran dan perasaan yang pernah muncul.
Berpikir, merenung, menulis.... lalu tersimpan dalam catatan yang dapat dibaca kapan saja memang melegakan. Kalau kemudian tulisanku dibaca orang lain.... patut disyukuri. Bila ternyata menjadi informasi yang berguna atau malah menginspirasi orang lain...wow! Itu bonus buatku. Artinya aku menjadi bermakna bagi orang lain.
Dulu ketika pengetahuanku tentang internet baru sebatas email sebagai alat bertukar informasi, aku mengirimkan tulisanku ke redaksi sebuah harian ibukota. Saat-saat melihat tulisanku dimuat, menerima respons melalui email yang diteruskan padaku, menerima honor yang besarnya sama dengan pendapatanku sebulan sebagai praktisi kedokteran gigi, adalah saat-saat yang tidak terlupakan. Aku menjadi bermakna bagi orang lain dan bagi diriku sendiri. Namun tidak mudah mengulagi pengalaman seperti ini. Tidak mudah menembus seleksi redaksi, apalagi koran dengan oplah besar. Karena itu melihat tulisanku dimuat di media tidak menjadi obsesiku.
Ada lagi pengalaman unik menulisku. Tulisanku pernah dimuat di sebuah tabloid yang kukira cukup besar oplahnya karena berada di bawah manajeman sebuah televisi swasa nasional. Kali ini inisiatif menulis bukan berasal dariku. Seorang wartawan tabloid ini membuat janji, melalui manajer pemasaran rumah sakit tempatku bekerja,untuk melakukan wawancara. Hingga saat yang dijanjikan, wartawan tidak datang. 2 minggu kemudian, ada memo dari manajer pemasaran yang berisi daftar pertanyaan yang diajukan oleh wartawan. Karena tidak jelas kapan wartawan akan datang, aku berinisiatif untuk menuliskan jawabanku. Ternyata memang akhirnya aku tidak pernah bertemu dengan wartawan itu. Rupanya tanpa bertemu, wawancara dianggap selesai oleh sang wartawan. Tidak lama, aku menerima email dari sang wartawan yang meminta fotoku. Kukirim fotoku, juga melalui email. Setelah itu tidak ada kabar berita, tidak ada ucapan terimakasih dari wartawan, tahu-tahu seorang temanku memberitahuku tentang tulisanku yang dimuat di tabloid dalam kolom konsultasi yang memajang fotoku. Ck...ck...ck... rupanya itulah gaya jurnalisme jaman internet! Tanpa perlu tatap muka, basa basi, apalagi honor!
Dua pengalaman di atas membuatku yakin, menulis di blog itu jauh lebih berarti bagiku. Aku bisa menulis apa saja yang kuinginkan, tidak perlu menembus sensor orang lain. Aku bisa menulis tanpa perlu merasa dilecehkan. Aku bisa menulis dan menghargai sendiri tulisanku. Aku memang tidak memerlukan penghargaan dari orang lain atas tulisannku. Karena blogku adalah tempatku beraktualisasi. Di sinilah aku menyatakan diriku.
Minggu, 27 September 2009
Gaptek
Bicara soal gagap teknologi (gaptek), kebanyakan orang mengkaitkannya dengan ketertinggalan seseorang dalam teknologi komputer. Hari ini dan beberapa hari terakhir aku berjumpa dengan beberapa kekonyolan gara-gara gaptek.
Ada sebuah klinik kecil dengan beberapa ruang pelayanan. Untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan tindakan medik, disediakanlah 2 perangkat komputer. Yang pertama diletakkan di ruang pendaftaran pasien, yang kedua diletakkan di ruang apotik. Tidak lama setelah kehadiran komputer ini, muncul masalah. Ada ketidakcocokan antara jumlah pasien yang datang dengan jumlah pelayanan yang diberikan dan dengan jumlah obat yang dikeluarkan. Semua diakibatkan oleh kebingungan operator komputer yang baru pertama kali bersentuhan dengan komputer. Yang menggelikan adalah solusinya. Demi menolong operator ini, ada pekerjaan ekstra yang lebih berbelit serta memboroskan kertas dan tinta yang harus dilakukan untuk menginput data ke dalam komputer.
Kupikir... teknologi komputer seharusnya menolong manusia. Namun gagap teknologi memutarbalikkannya, manusia diperbudak oleh teknologi komputer.
Ada sebuah tempat kebaktian, tempat orang bersekutu, dibuat besar dan megah, tanpa mempertimbangkan masalah akustik dan semangat kebersamaan. Teknologi sound system yang canggih dibuat agar suara pemimpin kebaktian dapat didengar oleh jemaat. Saat sound system rusak, suara pemimpin kebaktian yang berteriakpun tidak bisa didengar, bahkan oleh pengunjung yang duduk di tengah ruangan.
Kupikir.... orang menjadi gagap teknologi karena teknologi dipakai untuk menggantikan, bukan untuk menolong dan menghidupkan tradisi. Akibatnya saat teknologi tidak berfungsi, terasa sekali tradisi kebersamaan yang seharusnya ada dalam kebaktian ternyata memang sudah tidak ada di tempat itu.
Masih di tempat yang sama. Tempat yang besar dan megah tentunya akan semakin canggih jika difasilitasi oleh perangkat LCD. Semua informasi ditayangkan melalui LCD, termasuk teks lagu dan petunjuk kapan harus berdoa, membaca Alkitab, berdiri atau duduk, bahkan lafal pengakuan iman yang sudah melekat di otak. Pengkhotbah yang dianggap bagus adalah yang mampu memvisualisasikan bahan khotbanya melalui media power point. Saat operator komputer sedikit terlambat membalik halaman teks lagu, maka tak ada yang dapat bernyanyi. Saat terjadi gangguan pada LCD atau komputer, maka jemaatpun bingung harus berdiri atau duduk dan lupa bahwa ini adalah respon yang sangat alamiah dan seharusnya tidak perlu diperintahkan oleh LCD. Saat komputer terkena virus, barulah terasa bobot sesungguhnya sang pengkhotbah.
Kupikir.... teknologi komputer membuat orang yang gagap teknologi menjadi robot tak bernyawa, tidak wajar dan kehilangan kreativitas.
Di sebuah klinik gigi tersedia dental unit dengan teknologi modern. Semua terkomputerisasi. Untuk menaik-turunkan bangku, sandaran bangku cukup dengan menekan satu tombol. Dari 4 perangkat mesin pemutar bor yang berjajar di meja, hanya satu yang akan berfungsi yaitu yang diangkat dari soketnya. Selama mesin pemutar masih berada di dalam soketnya, meski dihidupkan, mesin tidak akan memutar bor. Sangat efektif dalam segi keamanan. Dengan sensor optikal, saluran air hanya akan mengeluarkan air kalau ada gelas kosong di bawahnya. Sangat efisien dalam penggunaan air. Masalah muncul saat terjadi kebocoran angin dari kompresor ke dental unit. Fungsi komputer sama sekali berhenti bekerja. Bahkan lampu tidak dapat dinyalakan. Tidak ada satu pasienpun yang dapat dilayani gara-gara tikus yang iseng menggigit selang angin.
Kupikir.... teknologi seharusnya tidak membuat manusia kalah terhadap makhluk lain. Namun tikus ternyata mampu membuat orang menjadi gaptek.
Saat pertama kali mengenal surat elektronik 12 tahun yang lalu, aku sudah cukup terlambat. Namun aku mensyukuri karena teknologi ini betul-betul mendekatkanku pada kakakku yang tinggal jauh di belahan dunia lain. Komunikasi menjadi lebih mudah dan irit waktu, meski saat itu koneksi internet masih menggunakan sistem dial-up. Banyak kemudahan lain kutemukan seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi hingga saat ini. Hingga terakhir, muncul teknologi blackberry. Semakin banyak orang yang menjadi tertolong untuk mengakses internet dengan alat ini, termasuk ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya dianggap dan mengaku gaptek. Mailing list semakin ramai dengan kehadiran milister pengguna blackberry. Muncul rekor posting beberapa bulan terakhir. Puluhan, bahkan ratusan posting dalam sehari. Sayangnya sebagian besar posting ternyata tidak berbobot, kadang-kadang hanya berisi tulisan "wkwkwk..." (maksudnya menggambarkan bunyi tertawa, meskipun kalau dibaca lebih mirip suara bebek) untuk menanggapi posting sebelumnya yang berisi lelucon 1 baris. Banyak milister lain yang masih menggunakan sistem dial-up mengalami kemacetan dalam mengirim dan menerima email karena padatnya lalulintas email. Yang lain kehilangan email penting karena terselip di antara email-email kripik itu (rame saat dikunyah namun tak bergizi).
Kupikir... gagap teknologi menjadi menular bahkan kepada orang yang sebelumnya tergolong atau menganggap dirinya melek teknologi. Rancu, sesungguhnya yang gaptek itu milister pengguna blackberry atau milister dengan sistem dial-up?
Teknologi dibuat untuk menolong agar kerja manusia menjadi lebih mudah, lebih teliti, lebih menjangkau bagian yang tidak terjangkau secara manusiawi, lebih mencakup dimensi yang lebih luas. Gagap teknologi bukan hanya menjangkiti orang yang tidak mengikuti perkembangan teknologi, tapi juga orang yang mengikuti namun meninggalkan segi kemanusiaannya.
Ada sebuah klinik kecil dengan beberapa ruang pelayanan. Untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan tindakan medik, disediakanlah 2 perangkat komputer. Yang pertama diletakkan di ruang pendaftaran pasien, yang kedua diletakkan di ruang apotik. Tidak lama setelah kehadiran komputer ini, muncul masalah. Ada ketidakcocokan antara jumlah pasien yang datang dengan jumlah pelayanan yang diberikan dan dengan jumlah obat yang dikeluarkan. Semua diakibatkan oleh kebingungan operator komputer yang baru pertama kali bersentuhan dengan komputer. Yang menggelikan adalah solusinya. Demi menolong operator ini, ada pekerjaan ekstra yang lebih berbelit serta memboroskan kertas dan tinta yang harus dilakukan untuk menginput data ke dalam komputer.
Kupikir... teknologi komputer seharusnya menolong manusia. Namun gagap teknologi memutarbalikkannya, manusia diperbudak oleh teknologi komputer.
Ada sebuah tempat kebaktian, tempat orang bersekutu, dibuat besar dan megah, tanpa mempertimbangkan masalah akustik dan semangat kebersamaan. Teknologi sound system yang canggih dibuat agar suara pemimpin kebaktian dapat didengar oleh jemaat. Saat sound system rusak, suara pemimpin kebaktian yang berteriakpun tidak bisa didengar, bahkan oleh pengunjung yang duduk di tengah ruangan.
Kupikir.... orang menjadi gagap teknologi karena teknologi dipakai untuk menggantikan, bukan untuk menolong dan menghidupkan tradisi. Akibatnya saat teknologi tidak berfungsi, terasa sekali tradisi kebersamaan yang seharusnya ada dalam kebaktian ternyata memang sudah tidak ada di tempat itu.
Masih di tempat yang sama. Tempat yang besar dan megah tentunya akan semakin canggih jika difasilitasi oleh perangkat LCD. Semua informasi ditayangkan melalui LCD, termasuk teks lagu dan petunjuk kapan harus berdoa, membaca Alkitab, berdiri atau duduk, bahkan lafal pengakuan iman yang sudah melekat di otak. Pengkhotbah yang dianggap bagus adalah yang mampu memvisualisasikan bahan khotbanya melalui media power point. Saat operator komputer sedikit terlambat membalik halaman teks lagu, maka tak ada yang dapat bernyanyi. Saat terjadi gangguan pada LCD atau komputer, maka jemaatpun bingung harus berdiri atau duduk dan lupa bahwa ini adalah respon yang sangat alamiah dan seharusnya tidak perlu diperintahkan oleh LCD. Saat komputer terkena virus, barulah terasa bobot sesungguhnya sang pengkhotbah.
Kupikir.... teknologi komputer membuat orang yang gagap teknologi menjadi robot tak bernyawa, tidak wajar dan kehilangan kreativitas.
Di sebuah klinik gigi tersedia dental unit dengan teknologi modern. Semua terkomputerisasi. Untuk menaik-turunkan bangku, sandaran bangku cukup dengan menekan satu tombol. Dari 4 perangkat mesin pemutar bor yang berjajar di meja, hanya satu yang akan berfungsi yaitu yang diangkat dari soketnya. Selama mesin pemutar masih berada di dalam soketnya, meski dihidupkan, mesin tidak akan memutar bor. Sangat efektif dalam segi keamanan. Dengan sensor optikal, saluran air hanya akan mengeluarkan air kalau ada gelas kosong di bawahnya. Sangat efisien dalam penggunaan air. Masalah muncul saat terjadi kebocoran angin dari kompresor ke dental unit. Fungsi komputer sama sekali berhenti bekerja. Bahkan lampu tidak dapat dinyalakan. Tidak ada satu pasienpun yang dapat dilayani gara-gara tikus yang iseng menggigit selang angin.
Kupikir.... teknologi seharusnya tidak membuat manusia kalah terhadap makhluk lain. Namun tikus ternyata mampu membuat orang menjadi gaptek.
Saat pertama kali mengenal surat elektronik 12 tahun yang lalu, aku sudah cukup terlambat. Namun aku mensyukuri karena teknologi ini betul-betul mendekatkanku pada kakakku yang tinggal jauh di belahan dunia lain. Komunikasi menjadi lebih mudah dan irit waktu, meski saat itu koneksi internet masih menggunakan sistem dial-up. Banyak kemudahan lain kutemukan seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi hingga saat ini. Hingga terakhir, muncul teknologi blackberry. Semakin banyak orang yang menjadi tertolong untuk mengakses internet dengan alat ini, termasuk ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya dianggap dan mengaku gaptek. Mailing list semakin ramai dengan kehadiran milister pengguna blackberry. Muncul rekor posting beberapa bulan terakhir. Puluhan, bahkan ratusan posting dalam sehari. Sayangnya sebagian besar posting ternyata tidak berbobot, kadang-kadang hanya berisi tulisan "wkwkwk..." (maksudnya menggambarkan bunyi tertawa, meskipun kalau dibaca lebih mirip suara bebek) untuk menanggapi posting sebelumnya yang berisi lelucon 1 baris. Banyak milister lain yang masih menggunakan sistem dial-up mengalami kemacetan dalam mengirim dan menerima email karena padatnya lalulintas email. Yang lain kehilangan email penting karena terselip di antara email-email kripik itu (rame saat dikunyah namun tak bergizi).
Kupikir... gagap teknologi menjadi menular bahkan kepada orang yang sebelumnya tergolong atau menganggap dirinya melek teknologi. Rancu, sesungguhnya yang gaptek itu milister pengguna blackberry atau milister dengan sistem dial-up?
Teknologi dibuat untuk menolong agar kerja manusia menjadi lebih mudah, lebih teliti, lebih menjangkau bagian yang tidak terjangkau secara manusiawi, lebih mencakup dimensi yang lebih luas. Gagap teknologi bukan hanya menjangkiti orang yang tidak mengikuti perkembangan teknologi, tapi juga orang yang mengikuti namun meninggalkan segi kemanusiaannya.
Minggu, 27 Juli 2008
Menjelang 6 bulan.....
Hari ini 27 Juli 2008, artinya hampir 6 bulan setelah aku membuat blog WARDOGI, jumlah pengunjung mencapai 1500 lebih! Aku ingat, pada bulan-bulan pertama, pengunjungku sedikit sekali. Dalam sebulan hanya dalam hitungan 2 tangan. Terasa lambat sekali untuk mencapai angka 200. Ada kenaikan yang cukup berarti ketika di bulan ketiga aku memasukkan fitur blogroll dan technocrati.
Dibanding blog lain, tentu hal ini bukan prestasi. Tapi bagiku, ini membangkitkan semangat. Karena berarti ada yang berminat membaca tulisanku, terutama 1 bulan terakhir. Sebelum berlibur ke Vietnam, sitemeter di blogku mencatat 800-an pengunjung. Tau-tau, beberapa hari setelah aku menuliskan laporan perjalan ke Vietnam, jumlahnya meningkat drastis, dalam 1 minggu bisa bertambah sekitar 200-an pengunjung. Rupanya tulisanku tentang Vietnam banyak dilihat orang, setidaknya foto-fotonya, karena aku tahu pengunjung dari Brazil, Canada, Uzbekistan, Swedia, dan tempat-tempat lain di luar Indonesia pasti tidak memahami tulisanku.
Pengalamanku bermain di dunia maya sangat didukung oleh penyedia layanan internet spektrum luas yang dijual murah. Hal ini membuatku bebas menjelajahi dunia maya tanpa disertai rasa was-was dan penuh perhitungan. Hal yang sebelum ini kulakukan ketika penyedia layanan internet yang ada di Indonesia semuanya mengandalkan jaringan telepon, sehingga biaya pemakaian internet dihitung berdasarkan panjangnya waktu penggunaan ditambah pulsa telepon.
Bermain-main di dunia maya bagiku sangat menarik. Banyak hal baru yang dapat dipelajari di dunia ini dan proses pencarian topik yang ingin diketahui jauh lebih cepat dan hemat energi dibanding di dunia nyata. Khususnya di Tangerang, kota yang tingkat polusinya sangat tinggi karena kemacetan yang berlangsung hampir sepanjang hari. Belum lagi, jauhnya lokasi pusat-pusat informasi dari Tangerang.
Bukan hanya informasi, pertunjukan senipun bisa kunikmati dengan fasilitas internet. Banyak karya-karya seni yang bisa kusaksikan di youtube. Aku bisa menyaksikan pertunjukan balet "Swan Lake" yang terkenal itu untuk pertama kalinya di youtube. Sebelum ini, aku hanya melihat foto pertunjukan dan berita tentang penyelenggaraan pentas Swan Lake melalui berita di koran serta mendengar musik pengiringnya di kaset. Aku bisa menyaksikan festival paduan suara tingkat dunia da menyaksikan paduan suara sekaliber Phillipine Madrigal Singers juga di youtube.
Aku bukan hanya memanfaatkan internet sebagai pemuas diriku, tapi juga sebagai tempat mengaktualisasikan diriku. Ada yang bilang, umumnya pemilik blog adalah seorang narcisius. Terserahlah apa kata dunia, bagiku blogku adalah tempatku untuk menyatakan diriku. Kalau ternyata ada orang lain yang melihat blogku, biarlah dia melihat diriku seperti apa adanya. Aku tidak bermaksud memamerkan diri.
Aku memberi nama blogku WARDOGI sebagai akronim WARUNG DOKTER GIGI, karena semula aku bermaksud menuliskan hal-hal seputar kedokteran gigi dengan bahasa yang sederhana. Banyak tulisan-tulisan pertamaku yang diambil dari pengalaman sehari-hariku bersama pasien gigiku.
Tetapi di kemudian hari, ada hasrat-hasrat di dalam diriku yang ingin aku curahkan, karena itu aku mengganti judul blogku menjadi "kupikir...", tanpa mengubah alamat blogku : wardogi.blogspot.com. Setelah mengganti judul blogku, aku merasa lebih bebas menuliskan apa saja yang aku pikirkan, tanpa dibatasi oleh profesiku. Itulah sebabnya mengapa sekarang Delta Sungai Mekong, nasi goreng dan green tips ada di dalam wardogi.
Beberapa hari lagi blogku berusia 6 bulan. Kuharap aku masih tetap memiliki semangat untuk menyalurkan hasrat-hasratku. Kuharap blogku bukan hanya menjadi tempatku menyalurkan hasrat, tapi juga menjadi salah satu sumber informasi orang lain. Mimpi yang indah, mudah-mudahan tidak hanya mimpi saja.
Dibanding blog lain, tentu hal ini bukan prestasi. Tapi bagiku, ini membangkitkan semangat. Karena berarti ada yang berminat membaca tulisanku, terutama 1 bulan terakhir. Sebelum berlibur ke Vietnam, sitemeter di blogku mencatat 800-an pengunjung. Tau-tau, beberapa hari setelah aku menuliskan laporan perjalan ke Vietnam, jumlahnya meningkat drastis, dalam 1 minggu bisa bertambah sekitar 200-an pengunjung. Rupanya tulisanku tentang Vietnam banyak dilihat orang, setidaknya foto-fotonya, karena aku tahu pengunjung dari Brazil, Canada, Uzbekistan, Swedia, dan tempat-tempat lain di luar Indonesia pasti tidak memahami tulisanku.
Pengalamanku bermain di dunia maya sangat didukung oleh penyedia layanan internet spektrum luas yang dijual murah. Hal ini membuatku bebas menjelajahi dunia maya tanpa disertai rasa was-was dan penuh perhitungan. Hal yang sebelum ini kulakukan ketika penyedia layanan internet yang ada di Indonesia semuanya mengandalkan jaringan telepon, sehingga biaya pemakaian internet dihitung berdasarkan panjangnya waktu penggunaan ditambah pulsa telepon.
Bermain-main di dunia maya bagiku sangat menarik. Banyak hal baru yang dapat dipelajari di dunia ini dan proses pencarian topik yang ingin diketahui jauh lebih cepat dan hemat energi dibanding di dunia nyata. Khususnya di Tangerang, kota yang tingkat polusinya sangat tinggi karena kemacetan yang berlangsung hampir sepanjang hari. Belum lagi, jauhnya lokasi pusat-pusat informasi dari Tangerang.
Bukan hanya informasi, pertunjukan senipun bisa kunikmati dengan fasilitas internet. Banyak karya-karya seni yang bisa kusaksikan di youtube. Aku bisa menyaksikan pertunjukan balet "Swan Lake" yang terkenal itu untuk pertama kalinya di youtube. Sebelum ini, aku hanya melihat foto pertunjukan dan berita tentang penyelenggaraan pentas Swan Lake melalui berita di koran serta mendengar musik pengiringnya di kaset. Aku bisa menyaksikan festival paduan suara tingkat dunia da menyaksikan paduan suara sekaliber Phillipine Madrigal Singers juga di youtube.
Aku bukan hanya memanfaatkan internet sebagai pemuas diriku, tapi juga sebagai tempat mengaktualisasikan diriku. Ada yang bilang, umumnya pemilik blog adalah seorang narcisius. Terserahlah apa kata dunia, bagiku blogku adalah tempatku untuk menyatakan diriku. Kalau ternyata ada orang lain yang melihat blogku, biarlah dia melihat diriku seperti apa adanya. Aku tidak bermaksud memamerkan diri.
Aku memberi nama blogku WARDOGI sebagai akronim WARUNG DOKTER GIGI, karena semula aku bermaksud menuliskan hal-hal seputar kedokteran gigi dengan bahasa yang sederhana. Banyak tulisan-tulisan pertamaku yang diambil dari pengalaman sehari-hariku bersama pasien gigiku.
Tetapi di kemudian hari, ada hasrat-hasrat di dalam diriku yang ingin aku curahkan, karena itu aku mengganti judul blogku menjadi "kupikir...", tanpa mengubah alamat blogku : wardogi.blogspot.com. Setelah mengganti judul blogku, aku merasa lebih bebas menuliskan apa saja yang aku pikirkan, tanpa dibatasi oleh profesiku. Itulah sebabnya mengapa sekarang Delta Sungai Mekong, nasi goreng dan green tips ada di dalam wardogi.
Beberapa hari lagi blogku berusia 6 bulan. Kuharap aku masih tetap memiliki semangat untuk menyalurkan hasrat-hasratku. Kuharap blogku bukan hanya menjadi tempatku menyalurkan hasrat, tapi juga menjadi salah satu sumber informasi orang lain. Mimpi yang indah, mudah-mudahan tidak hanya mimpi saja.
Jumat, 02 Mei 2008
1 minggu tanpa internet
Kompi di rumah beberapa hari ini mati. (gara-gara kelamaan dipakai 'kali ya?) 
Internet di rumah sakit mati selama 2 minggu terakhir. Rasanya terputus dengan dunia luar. Banyak ide yang mau dituang ke sini akhirnya hilang begitu saja. Bawaannya jadi uring-uringan terus. Apa ini gejala kecanduan internet ya? (Sombong banget ya... belom juga 2 tahun kenal internet)
Hahaha.... ini kan gara-gara fastnet yang menawarkan internet murah. Dunia serasa langsung berubah setelah pasang fastnet. Dulu internet cuma dipakai untuk ambil dan kirim email,
sekali-sekali untuk cari referensi. Semuanya pakai perhitungan, jangan sampai tagihan bulanan tidak terbayarkan.
Dunia memang jadi berubah. Sekarang cari apa saja bisa lewat internet. Tahun lalu bisa beli banyak CD dan buku di amazon berkat internet. Ketemu lagi dengan teman-teman SMA gara-gara internet . Dapat teman-teman baru juga karena internet . Buku harian pindah ke internet. Setiap pagi belek di mata sangat tebal gara-gara internet juga
Kalau beberapa hari terakhir jadi tidak karuan gara-gara tidak bisa pakai internet.... apa iya ini gejala kecanduan internet? Kebetulan hari ini bisa nyambung lagi, langsung minta tolong Om Google cari tanda-tanda kecanduan internet. Salah satu hasilnya artikel di Intisari on the net. Ada 8 pertanyaan yang harus dijawab, kalau lebih dari 5 jawaban "YA", berarti sudah kecanduan internet.
Pertanyaan-pertanyaannya :
Internet di rumah sakit mati selama 2 minggu terakhir. Rasanya terputus dengan dunia luar. Banyak ide yang mau dituang ke sini akhirnya hilang begitu saja. Bawaannya jadi uring-uringan terus. Apa ini gejala kecanduan internet ya? (Sombong banget ya... belom juga 2 tahun kenal internet)
Hahaha.... ini kan gara-gara fastnet yang menawarkan internet murah. Dunia serasa langsung berubah setelah pasang fastnet. Dulu internet cuma dipakai untuk ambil dan kirim email,
sekali-sekali untuk cari referensi. Semuanya pakai perhitungan, jangan sampai tagihan bulanan tidak terbayarkan.
Dunia memang jadi berubah. Sekarang cari apa saja bisa lewat internet. Tahun lalu bisa beli banyak CD dan buku di amazon berkat internet. Ketemu lagi dengan teman-teman SMA gara-gara internet . Dapat teman-teman baru juga karena internet . Buku harian pindah ke internet. Setiap pagi belek di mata sangat tebal gara-gara internet juga
Kalau beberapa hari terakhir jadi tidak karuan gara-gara tidak bisa pakai internet.... apa iya ini gejala kecanduan internet? Kebetulan hari ini bisa nyambung lagi, langsung minta tolong Om Google cari tanda-tanda kecanduan internet. Salah satu hasilnya artikel di Intisari on the net. Ada 8 pertanyaan yang harus dijawab, kalau lebih dari 5 jawaban "YA", berarti sudah kecanduan internet.
Pertanyaan-pertanyaannya :
- Apakah Anda merasa keasyikan dengan Internet?
- Apakah Anda merasa perlu waktu tambahan dalam mencapai kepuasan sewaktu menggunakan Internet?
- Apakah Anda sering gagal dalam upaya mengontrol, mengurangi, atau menghentikan penggunaan Internet?
- Apakah Anda merasa gelisah, suka murung, depresi, atau lekas marah ketika berusaha mengurangi atau menghentikan penggunaan Internet?
- Apakah Anda mengakses Internet lebih lama dari yang Anda harapkan?
- Sudahkah Anda merasakan risiko kehilangan relasi yang penting, pekerjaan, kesempatan pendidikan atau karier, gara-gara Internet?
- Apakah Anda membohongi anggota keluarga, terapis Anda, atau yang lainnya untuk menyembunyikan keterlibatan yang lebih jauh dengan Internet?
- Apakah Anda menggunakan Internet sebagai jalan keluar mengatasi persoalan atau menghilangkan perasaan seperti keadaan tidak berdaya, rasa bersalah, kegelisahan, atau depresi?
1,2,4,5 ya... kurang dari 5 ... syukurlah, belum termasuk kategori kecanduan. Mungkin baru sampai tingkat penikmat internet, ya?
Kamis, 10 April 2008
Penutupan akses Youtube
Senin yang lalu akses Youtube ditutup oleh .... Gak cuma Youtube, tapi juga Multiply, Rapidshare dll, dan sangat mungkin juga Google, cuma gara-gara uploading film Fitna. Aku meragukan apakah memang pantas disebut film, karena lebih tepat disebut kliping, comot sana sini. Gak ada nyeni-nyeninya.
Untuk hal seuprit itu, akses ke Youtube dll ditutup. Persis sama seperti memberantas nyamuk deman berdarah dengan penyemprotan. Nyamuk gak mati, cuma migrasi sebentar, memperkuat diri lalu kembali lagi ke habitatnya. Sementara itu serangga-serangga lain, yang berguna dalam proses perkembangbiakan tumbuhan,mati.
Untuk hal seuprit itu, akses ke Youtube dll ditutup. Persis sama seperti memberantas nyamuk deman berdarah dengan penyemprotan. Nyamuk gak mati, cuma migrasi sebentar, memperkuat diri lalu kembali lagi ke habitatnya. Sementara itu serangga-serangga lain, yang berguna dalam proses perkembangbiakan tumbuhan,mati.
Melalu Youtube, dokter-dokter di pelosok Indonesia dapat melihat dan belajar proses operasi yang dilakukan dokter ahli di negara maju. Melalui Youtube, banyak penimkat seni dapat melihat Swanlake yang dipentaskan dengan indah oleh balerina dari Royal Academic atau Bolsevik. Belum lagi yang dapat mengikuti masterclass Pavaroti atau Placido atau menyaksikan rekaman paduan-paduan suara kelas dunia dalam festival-festival internasional. Ini semua tidak mungkin didapatkan di Indonesia 5 tahun yang lalu. Sebaliknya Indonesia juga dapat memperkenalkan kebudayaannya yang beraneka ragam kepada dunia melalui Youtube (termasuk budaya kekerasan yang berkembang pesar saat ini
)
Tapi jangan lupa, yang ditutup hanyalah akses ke youtube.com. Padahal video-video di Youtube dapat diakses dari banyak tempat. Selama ini, aku mem'bookmark" video-video bagus. Jadi setiap kali aku mau melihatnya lagi, dengan mudah aku mencarinya di bookmark. Dan kemudahan itu memang berguna, sampai saat ini aku bebas masuk Youtube.
Bagi yang tidak terbiasa mem'bookmark', cara ini bisa dipakai :
1. Buka www.google.com/ translate
2. Pada "Translate web page" ketik alamat situs misal 'youtube.com'
3. Pada menu dropdown pilihan bahasa di sebelah kanan, ubah pilihan bahasa menjadi bahasa lain to english (mis.arabic to english, atau france to english)
Selamat tetap ber Youtube
Selamat tetap ber Youtube
Smiley dalam posting
Beberapa hari yang lalu aku "nemu" alat untuk mengekspresikan curahan hati di sini Gambarnya lucu-lucu dan pilihannya banyak. Silakan coba, mulai saja dengan mengirim komentar pada posting ini.
Caranya :
1. Klik link
2. Pilih smiley yang disukai, klik kanan
3. Pilih "properties"
4. Copy alamat URL
5. Kembali ke halaman ini, klik "komentar" di bawah posting ini
6. Ketik < src="">
Contoh : untuk mendapatkan gambar di sebelah ini, aku menulis < src="http://www.33smiley.com/smiley/emotions/10.gif"> (tanpa spasi antara tanda < src="http://www.33smiley.com/smiley/emotions/10.gif">
Silakan mencoba
Caranya :
1. Klik link
2. Pilih smiley yang disukai, klik kanan
3. Pilih "properties"
4. Copy alamat URL
5. Kembali ke halaman ini, klik "komentar" di bawah posting ini
6. Ketik < src="">
Contoh : untuk mendapatkan gambar di sebelah ini, aku menulis < src="http://www.33smiley.com/smiley/emotions/10.gif"> (tanpa spasi antara tanda < src="http://www.33smiley.com/smiley/emotions/10.gif">
Silakan mencoba